Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2015

hukum memakan telur hewan yang haram dagingnya

Menurut qoul afsoh boleh memakan telur hewan yang tidak bisa dimakan dagingnya karena semua jenis telur hewan yg tidak bisa dimakan dagingnya dihukumi suci, kecuali telur yang membahayakan.

فتح المعين - (ج 1 / ص 87)
وكذا بيض غير مأكول ويحل أكله على الأصح

begitu juga dihukumi suci telur hewan yang tidak boleh dimakan, dan halal memakannya menurut qaul afsoh

حاشية الجمل - (ج 2 / ص 141)
( فَرْعٌ ) سَائِرُ الْبُيُوضِ طَاهِرَةٌ ، وَلَوْ مِنْ غَيْرِ مَأْكُولٍ ، وَإِنْ اسْتَحَالَتْ دَمًا بِحَيْثُ لَوْ حُضِنَتْ لَفَرَّخَتْ وَلَكِنْ يَحْرُمُ أَكْلُ مَا يَضُرُّ كَبَيْضِ الْحَيَّاتِ

Cabangan, beberapa jenis telur itu suci, sekalipun adanya dari hewan yang tidak bisa dimakan, dan sekalipun berubah menjadi darah, dengan sekira andai diengkrami kemudian menetas, akan tetapi haram memakan perkara (telur) yang membahayakan, seperti telur ular
Jika telur tersebut rusak, maka tidak boleh (dimakan)
ibaroh senada:

حاشيتا قليوبي وعميرة - (ج 1 / ص 359)
( فُرُوعٌ ) سَائِرُ الْبُيُوضِ طَاهِرَةٌ وَلَوْ مِنْ غَيْرِ مَأْكُولٍ وَإِنْ اسْتَحَالَتْ دَمًا بِحَيْثُ لَوْ حُضِنَتْ لَفَرَّخَتْ ، وَلَكِنْ يَحْرُمُ أَكْلُ مَا يَضُرُّ كَبَيْضِ الْحَيَّاتِ

نهاية الزين - (ج 1 / ص 39)
فائدة إذا فسد البيض بحيث لا يصلح للتخلق فهو نجس وكذا بيض الميتة وما عدا ذلك طاهر مأكول ولو من حيوان 
غير مأكول كالحدأة والغراب والعقاب والبومة والتمساح والسلحفاة ونحوها إلا بيض الحيات

Faidah: ketika telur telah rusak, hingga tidak bisa berkembang hidup, maka hukumnya najis, demikian pula telur hewan yang telah mati (telur bangkai). Dan selain daripada itu hukumnya suci dan bisa dimakan meskipun dari hewan yang tidak bisa dimakan seperti rajawali, gagak, elang, burung hantu, buaya, kura-kura dan semisalnya kecuali telur dari golongan ular.

link asal :
https://www.facebook.com/notes/falahiyyah-facebookers/mengenai-telur-hewan/712052098839606

tiga tingkatan golongan ahli surga

3 tingkatan golongan yang masuk surga bagi orang-orang yang selalu menjaga sholatnya dalam kitab kunhuzu Al-fadilah hal 10. Ketika hari kiamat maka diperintah orang-orang yang selalu menjaga shalatnya menuju kesurga.

1. datanglah golongan pertama, yaitu golongan yang serupa dengan matahari. malaikat bertanya pada mereka : “siapa kamu?” mereka menjawab :” kami orang-orang yang selalu menjaga sholat” malaikat bertanya lagi :” bagaimana cara kamu menjaga sholat tersebut?” mereka menjawab:” ketika kami sedang mendengar kumandang adzan, kami sudah berada di masjid”.

2. datanglah golongan yang lain, yaitu golongan yang serupa dengan bulan purnama. Malaikat bertanya kepada mereka :”siapa kamu, Mereka menjawab :” kami orang-orang yang selalu menjaga shalat” malaikat bertanya lagi :”bagaimana cara kamu menjaga tersebut?” mereka menjawab :” kami orang yang selalu berwhudu sebelum waktu shalat masuk dan berdatangan ke masjid bersamaan mendengar kumandang adzan.

3.datanglah golongan yang lain, yaitu yang serupa dengan bintang. Malaikat bertanya pada mereka:” siapa kamu?” mereka menjawab:”kami orang-orang yang selalu menjaga shalat”, malaikat bertanya lagi :” bagaimana cara engkau menjaga sholat tersebut?” mereka menjawab:” kami orang yang berwhudu setelah kumandang adzan selesai.

(nazhatu Al-majalis hal 111)
Walloh A’lam.....

link asalhttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1500063743540898&id=1473041229576483&fref=nf


Selasa, 03 Maret 2015

SEGERALAH BERTAUBAT


Bismillahirrohmanirrohim,,
Setiap manusia pastilah tak akan terlepas dari kesalahan atau maksiat yang mana akan berkonsekuensi pada dosa. Oleh karena itu, Kita sebagai orang yang beragama Islam wajiblah untuk bertaubat. Hal ini bersesuaian dengan Ijma’, Sunah, dan AlQur’an.

Dalam perkataan Ulama’.

قال العلماء التوبة واجبة من كل ذنب فان كانتالمعصية بين العبد وبين الله تعلى لا تتعلق بحق ادمي فلها ثلاثة شروط أحدها أنيقلع عن المعصية والثانى أن يندم على غعلها والثالث أن يعزم أن لايعود إليها فأنفقد أحد الثلاث لم تصح توبته وإن كانت المعصية تتعلق بادمي فشروطها أربعة هذه الثلاثة وأن يبرأ من حق صاحبهافإن كانت مالا أو نحوه رده إليه
Ulama' telah berkata :Adapun bertaubat dari dosa  hukumnya adalah wajib, jika dosa itu maksiat  antara hamba dan Alloh yang tidak berkaitan dengan hak anak adam maka ada tigacara yang dilakukan.
1.     Memutuskankemaksiatannya.
2.     Menyesaliatas perbuatannya.
3.     Berniat atau bermaksud tidak mengulangi kesalahnnya lagi selamanya. Jika tidak melaksakan tiga hal tersebut maka tidak sah taubatnya.
Jika dosa  berkaitan dengan hak anak adam, maka ada empat cara yang dilakukan.

1.     Sampaike 3,  sama seperti tiga syarat yangdiatas.
4.     Meminta bebas dari tanggungannya. Jika tanggungan itu berupa  harta atau semacamnya, maka ia harus mengembalikan      
   
Dalam firman Alloh .

استغفروا ربكم ثم توبوا إله
Mintalah kamu pengampunan pada tuhanmu, kemudian bertaubatlah kepadanya.”

يآايها الذين امنوا توابو إلى الله توبة نصوحا
Wahai sekalian manusia yang beriman, bertaubatlah kamu semua kepada Alloh dengantaubat Nasuha.

Dalam hadist Nabi.
وعن الأغربن يسار المزني رض قال قال رسول لله ص م  ياأيهاالناس توبوا إلى الله واستغفروه فانىأتوب فى اليوم مائة مرة
Diceritakan dari Al Agorrib ibn yasir al muzani rodiyalloh, beliau berkata: Rosululloh  SAWtelah berkata : Hai sekalian menusia, bertaubatlah kamu kepada Alloh dan mintalah pengampunan kepadanya, sesungguhnya aku (muhammad) bertaubat (beristigfar) seratus kali dalam tiap hari.
Demikian sedikit coretan-coretan tentang wajibnya bertaubat beserta tatacaranya. semoga bermanfaat. Amin...

Wallohua’lam bishowab
Sumber,kitab riyadussholihin hal 13-14

MENGUBUR MAYAT HAMIL DAN MEMBEDAH ANAK




فتح المعين - (ج 2 / ص 122)
( ولا تدفن امرأة ) ماتت ( في بطنها جنين حتى يتحقق موته ) أي الجنين
 ويجب شق جوفها
والنبش له إن رجي حياته بقول القوابل لبلوغه ستة أشهر فأكثر فإن لم يرج حياته حرم الشق لكن يؤخر الدفن حتى يموت كما ذكر وما قيل إنه يوضع على بطنها شيء ليموت غلط فاحش

mayat wanita hamil tidak boleh ditanam sehingga kandungannya jelas telah mati. wajib melakukan pembedahan kandungan dan pembongkaran kubur kembali, jika menurut pendapat ahli kandungan bayi tersebut bisa diharapkan untuk hidup karena berumur 6 bulan atau lebih. 
kalau tidak bisa diharapkan, pembedahan harom dilakukan. namun pemakaman ditunda sampai nyata-nyata kandungan tselah mati seperti keterangan diatas. Adapun pendapat yang dikatan : bahwa agar dibebankan sesuatu pada perut mayat wanita hamil supaya bayinya mati, adalah di samping pendapat keliru kemudian keji. 
link asal
http://santrigile.blogspot.com/2014/10/mengubur-mayat-hamil-dan-membedah-anak.html

Minggu, 01 Maret 2015

JANGANLAH MUDAH MARAH




Marah merupakan sebuah gejolak jiwa yang mendorong seseorang untuk memukul dan membalas dendam. oleh karena itu kita sebagai insan kamil janganlah suka marah meski dalam keadaan susah. Sebagaimana hadist nabi telah dikatakan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah.
Selain itu, orang yang marah juga menyimpang dari keadaan yang normal, berkata yang batil, berbuat yang tercela, menginginkan kedengkian, dan lain sebagainya.
Nabi Muhammmad SAW memuji orang yang mengendalikan nafsunya ketika marah. sabda beliau :

لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِيْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“bukankah dikatakan orang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya disaat marah.”
Alloh SWT juga memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah dan suka memberi maaf kepada orang lain. Diriwayatkan dari Nabi SAW beliau bersabda:

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ مَا شَاء

"Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah k akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai"

Sumber syarah arba’in nawawi

Sabtu, 28 Februari 2015

BERKATA BAIK ATAU DIAM



BERKATA BAIK ATAU DIAM

Kita sebagai muslim yang benar-benar beriman kepada alloh tentu kita akan takut kepadaNya, mengharap pahala-Nya, bersungguh melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Yang terpenting dari semua itu ialah menggendalikan gerak-gerik seluruh angota badan karena kelak kita akan dimintai atas tanggung jawab atas perbuatan semua anggota badan, sebagaiman tersebut dalam firman Alloh :

    وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

“Dan janganlah kamu mengerjakan sesuatu Amalan yang mana kamu belum tahu ilmunya, ketahuilah sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan penghayatan, kesemuanya itu pasti akan di pertanyakan kegunaannya.” (Suroh Al-Isro’ Ayat 36) 
Oleh karena itu maka jaga lisan kita dengan berkata yang baik tau diam, sebagaimana yang telah dianjurkan oleh Nabi kita Muhammad


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ


Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)